Tampilkan postingan dengan label Computer Dan Hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Computer Dan Hardware. Tampilkan semua postingan

Printer Terbaru 2011 | Printer Canon, HP, Epson Terbaru 2011

Printer Terbaru 2011
Printer Terbaru 2011 Canon Pixma MX860 – Kalau punya keyboard komputer tercanggih 2011, tentu Printer 2011 Canon Pixma MX860 tidak ingin terlewat juga bukan ? Berbagai kelebihan dari printer Canon terbaru 2011 dengan nama model MX860 memang belum dimiliki printer komputer merk lainnya.

Spesifikasi, Foto, Kelebihan, Kekurangan dari Printer Terbaru 2011 Canon Pixma MX860.
Nama Produsen : Canon
Model Printer : MX860
Kelebihan : Resolusi 9600 x 2400dpi pada Canon Pixma MX860 membuat dokumen cetak, terutama foto, muncul berkualitas tinggi.
Kelemahan : Printer ini perlu memiliki satu tempat khusus karena terlalu besar dan berat maka akan merepotkan Anda jika sering harus sering memindahkannya.
Keputusan : Canon Pixma MX860 merupakan printer yang ideal jika Anda bergelut di usaha bisnis printing dan sangat cocok untuk printer rumah dan kantor.
Spesifikasi hardware Printer Terbaru 2011 Canon Pixma MX860
Max Resolution (Color) : 9600 x 2400 dpi
Max Resolution (B/W) : 600 x 600 dpi
Scanner Resolution : 2400 x 4800 dpi
Black Print Speed : 35 ppm
Color Print Speed : 28 ppm
Printer Warranty : 1 Year
Wi-Fi Connectivity : Yes
Fax Speed : 33.6 bps
Memory Card Compatibility : SD, SDHC, Memory Stick
Copy Speed Black : 35 ppm
Copy Speed Color : 28 ppm
Energy Star : Yes
Max Media Size : 8.5 x 11 in
Monthly Duty Cycle : 15,000
Printer Depth : 17.1 in
Printer Height : 8.9 in
Printer Weight : 26.4 lbs
Printer Width : 19.4 in
Status Panel : Color LCD
Total Media Capacity : 150 Sheets
Sepertinya banderol harga $148.88 untuk “Printer Terbaru 2011 Canon Pixma MX860? ini setara dengan kelebihannya. Bagaimana, apakah Anda tertarik ?

Nettop Terbaru Asus Eee Box B202



eb202
Gadget berukuran besar memang tampaknya sudah tergeser dengan kehadiran berbagai gadget dengan ukuran lebih mungil dan lebih portabel. Tentunya ukuran menentukan kesuksesan di pasaran, apalagi kini banyak konsumen ingin kehidupannya dilengkapi dengan berbagai kemudahan dalam menenteng berbagai perangkat canggih ketika bepergian ataupun berpindah tempat.

Berbicara tentang perangkat mungil, tentu mengingatkan Anda pada nettop yang mana memiliki fungsi seperti halnya motherboard tapi berukuran sangat kecil.
Kali ini pihak Asus merilis model nettop terbarunya yaitu Eee Box B202 (EBXB202-BLK-E0037) yang mana tidak seperti nettop lain yang sudah dibundel dengan sistem operasi Windows XP ataupun Windows 7, nettop yang satu ini tampil percaya diri dengan menggandeng sistem operasi Linux RedFlag di dalamnya.
Sama seperti model aslinya, nettop versi Linux ini juga dibundel dengan processor Intel Atom N270 berkecepatan 1.6GHz, 1GB RAM dan grafis GMA950. Nettop ini berkapasitas hardisk 160GB. Memiliki fitur lain seperti multi-in-1 card reader, sudah mendukung jaringan Wi-Fi dan DVI video output.

Fledis Elgato EyeTV Hybrid TV Tuner Terbaru

elgatoAnda gemar nonton TV? Ada kabar menggembirakan terkait kehadiran perangkat TV yang memiliki bentuk jauh lebih kecil via USB yang bisa Anda nikmati bersama perangkat komputer Anda. Hm, tentunya sangat menyenangkan, bukan?
Berkenaan dengan hal itu, baru-baru ini Elgato telah meluncurkan versi terbaru dari perangkat stick EyeTV Hybrid TV tuner untuk HDTV dan TV analog. Perangkat stick tersebut dapat menerima TV kabel, baik digital dan analog serta siaran HDTV yang over-the-air secara gratis.
EyeTV Hybrid terbaru ini juga mampu menangkap video dari sumber analog seperti set-top box, VCR, atau camcorder. Muncul dengan Composite RCA dan S-video kabel. TV Tuner hybrid terbaru ini mampu bekerja dengan dukungan Windows PC (termasuk Windows 7) dan Mac.

Dan mengenai harga di pasaran, perangkat Elgato EyeTV Hybrid TV Tuner ini ternyata dibandrol seharga 149,95 USD atau sekitar 1,5 juta rupiah. Anda berminat?
elgato eyetv hybrid usb 600x395

Cara Buat Folder Privasi Yang Aman Dengan Password


folder pribadi
Gan.. kebayang kan kalau folder pribadi kita yang ada di komputer rumah, gag sengaja di bukain seseorang yang mungkin teman pacar, atau barang kali musuh anda?? padahal di dalam folder itu tersimpan privasi-privasi anda yang rahasia dan tak ada seorang pun yang boleh tau,,,ada tips bikin folder pribadi dengan pasword tanpa program.
Langkah-langkah yg dilakukan:
1- buat satu folder baru ( dengan nama yang anda suka )
2- di dalam pembuatan folder ini buat satu ( TXT ) file & salin kode berikut:

Code:
cls
@ECHO OFF
title Folder Private
if EXIST “Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}” goto UNLOCK
if NOT EXIST Private goto MDLOCKER
:CONFIRM
echo Are you sure you want to lock the folder(Y/N)
set/p “cho=>”
if %cho%==Y goto LOCK
if %cho%==y goto LOCK
if %cho%==n goto END
if %cho%==N goto END
echo Invalid choice.
goto CONFIRM
:LOCK
ren Private “Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}”
attrib +h +s “Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}”
echo Folder locked
goto End
:UNLOCK
echo Enter password to unlock folder
set/p “pass=>”
if NOT %pass%== password here goto FAIL
attrib -h -s “Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}”
ren “Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}” Private
echo Folder Unlocked successfully
goto End
:FAIL
echo Invalid password
goto end
:MDLOCKER
md Private
echo Private created successfully
goto End
:End
3- setelah anda salin Perintah tersebut pergi ke baris( 23) anda akan menemukan kata “pass” kata “pass” di sini (Ubah : dengan) apapun kata sandi sesuai keinginan anda.
4- Setelah itu ‘save as’ & beri nama (locker.bat )
5- Sekarang kembali ke folder & anda akan menemukan satu(LOCKER) perintah.
6- Klik di atasnya & anda akan menemukan satu folder baru (Private )
7- Sekarang salin apa yang anda inginkan (LOCKER) dengan mangkliknya , dan muncul pertanyaan ask you want lock your folder? Y/N ?
8- masukan Y
9- Jika anda ingin meng- UNLOCK folder anda ,jalankan (locker) masukan sandi anda dan anda akan melihat folder (Private) anda.
selamat mencoba, dan semoga segala privasi anda yang telah di simpan di folder komputer anda aman !!!!
sumber : cryzzahwa87.blogspot.com

Benchmark Prosesor

Orang sangat suka dan senang mengetahui tentang betapa cepatnya (atau lambatnya) komputer mereka. Kita selalu tertarik kepada kecepatan; ini memang sifat manusia. Untuk membantu kita berkaitan dengan pernyataan-pernyataan seputar kecepatan komputer, maka berbagai program test bencmark pun digunakan untuk mengukur berbagai aspek prosesor yang berbeda-beda, dan juga performa sistem. Sekalipun tidak ada ukuran numerik tunggal yang sepenuhnya dapat menggambarkan performa dari sebuah alat yang begitu rumit, seprti prosesor atau PC komlet, namun bencmark dapat menjadi salah satu alat yang sangat bermanfaat untuk membandingkan komponen dan sistem yang berbeda-beda

Akan tetapi, satu-satunya cara yang akuran untuk mengukur performa sitem anda adalah dengan menguji sistem dengan menggunakan aplikasi software aktual yang anda gunakan. Sekalipun anda mengira bahwa anda sedang menguji satu komponen sistem, namun sering bagian-bagian lain dari sistem juga dapat memiliki tipe memory yang berbeda, harddisk yang berbveda, video card, dan seterusnya, semua hal tersebut dan yang lainnya akan menunjukan hasil test. benchmark secara umum dapat dibagi ke dalam dua tipe : test komponen atau sistem. Benchmark komponen mengukur performa bagian-bagian khusus dari sistem komputer seperti prosesor, harddisk, video card, atau CD ROM drive, sedangkan benchmark sistem biasanya mengukur performa sistem komputer keseluruhan yang berjalan pada aplikasi tertenu atau pada tes suite tertentu.

Akan tetapi, benchmark kebanyakan hanyalah satu jenis informasi yang dapat anda gunakan selama proses upgrade atau membeli sistem. Yang paling baik adalah menguji sistem dengan menggunakan kumpulan software sistem operasi dan aplikasi anda sendiri dan dalam konfigurasi di mana anda akan beroperasi.

Plug and Play BIOS

Biasanya, ketika menginstall dan mengkonfigurasi alat-alat pada PC, merupakan sebuah proses yang sulit, selama instalasi, user harus mengkonfigurasi card baru dengan memilih port-port IRQ I/O, dan DMA Channel. Dulu, user harus memindah jumper atau men-set switch pada card add-in untuk mengontrol setting ini, user perlu tahu persis resource mana yang telah digunakan, sehingga mereka dapat menemukan satu kumpulan resource yang tidak konflik dengan alat-alat yang ada pada sistem. Jika konflik terjadi, maka sistem tidak mau boot dan alat pada sitem mungkin gagal, atau menyebapkan konflik hardware gagal. PnP adalah teknologi yang didesain untuk mencega masalah-masalah konfigurasi dan membuat user dapat dengan mudah memperluas PC dengan PnP, user cukup memasang card baru dan sitem mengkonfigurasinya secara otomatis untuk beroprasi dengan tepat
PnP terdiri dari tiga komponen Penting


- Plug and Play BIOS
- Extended System Configuration Data (ESCD)
- Plug and Play Operating System

PnP BIOS menginisiasi konfigurasi Card PnP selama proses Bootup. Jika card sebelumnya telah diinstal, maka BIOS membaca dari ESCD. Menginisialisasi card, dan boot sistem, selama instalasi card PnP baru, BIOS berkonsultasi dengan ESCD untuk menentukan resource sistem mana yang tersedia dan diperlukan untuk add-in card. Jika BIOS mampu menemukan resource yang tersedia dengan cukup. Maka ia mengkonfigurasi car, akan tetapi, jika BIOS tidak mampu menemukannya, maka rutin-rutin PnP di dalam sistem operasi menyelesaikan proses konfigurasi. Selama proses konfigurasi, register konfigurasi (pada flash BIOS) pada card dan ESCD, di update dengan data konfigurasi yang baru.

Dasar-Dasar BIOS

Terkadang sulit bagi seseorang untuk memahami perbedaan antara hardware dan software pada sebuah sistem PC. Perbedaan antara keduanya dapat sulit karena keduanya sangat berjalinan pada desain sistem, konstruksi, dan operasi. Memahami hal ini sangat esensial untk dapat memahami peran BIOS dalam sistem.BIOS merupakan satu istilah yang merupakan singkatan dari basic input/output system, yang pda level paling dasar terdiri dari software low-level yang mengontrol hardware sistem. BISO pada dasarnya hubungan /link antara hardware dan software pada sebuah sistem. Kebanyakan orang mengetahui istilah BIOS berdasarkan nama lain-device driver, atau driver saja.


BIOS merupakan istilah tunggal yang menggambarkan semua driver (program kontrol hardware low-level) pada sebuah sistem yang bekerja bersama-sama bertindak sebagai satu interface antara hardware dan software sistem operasi, yang mungkin membingungkan adalah beberapa kode BIOS dibakar (burn) atau di-flashed ke dalam satu chip ROM yang non volatile (tidak dapat dihapus ketika power mati) dan juga read-only. Ini merupakan bagian utama dari BIOS, namun tidak semua demikian. BIOS juga memasukan chip-chip ROM yang terinstall pada card adapter, dan semua perangkat tambahan lainnya juga di-load ketika sistem anda boot up.
Gabungan motherboard BIOS, BIOS card adapter, dan debice driver yang di load dari disk, membentuk BIOS secara keleluruhan. Bagian dari BIOS yang diisikan ke dalam chip BIOS baik pada motherboard maupun pada beberapa card adapter, kadang-kadang disebut firmware, sebuah nama yang diberikan untuk software yang ditaruh pada chip ketimbang pada disk. Ini membuat orang-orang berpikir salah tentang BIOS, yakni menganggapnya sebagai komponen hardware.
Sistem PC dapat digambarkan sebagai serangkaian lapisan/layer – beberapa hardware dan beberapa software-yang menginterface satu sama lain. Yang paling mendasar, anda dapat membagi sebuah PC ke dalam empat layer primer, masing-masing dapat dibagi kedalam subset-subset . gambar dibawah ini menunjukan layer-layer pada satu PC.



Tujuan desain ber-layer adalah untuk membuat sistem operasi dan aplikasi dapat berjalan pada hardware yang berbeda. Gambar diatas menunjukan dua mesin yang berbeda dengan hardware yang berbeda yang masing-masing dapat menggunakan driver (BIOS) yang berbeda untuk menginterface hard-ware unik ke sistem operasi dan aplikasi biasa. Jadi dua mesin dengan prosesor yang berbeda, media penyimpanan, video display unit, dan seterusnya dapat menjalankan software aplikasi yang sama.
Pada arsitektur berlayer, perograjm software aplikasi berbicara kepada sistem operasi melalui API (aplication program interface). API berfariasi tergantung sistem operasi yang anda gunakan dan terdiri dari berbagai perintah dan fungsi yang dapat dilakukan oleh sistem operasi untuk sebuah aplikasi. Sebagai contoh. Sebuah aplikasi dapat meminta sistem operasi untuk me-load atau menyimpan sebuah file. Dengan demikikian, aplikasi itu sendiri tidak harus mengetahui bagaimana membaca disk, mengirim data ke printer, atau melakukan berbagai fungsi lainnya yang dapat dilakukan oleh sistem operasi. Karena aplikasi sepenuhnya terpisah dari hardware, maka pada dasarnya anda dapat menjalankan aplikasiyang sama pada mesin-mesin yang berbeda ; aplikasi didesain untuk berkomunikasi dengan sistem operasi ketimbang hardware.
Sistem operasi kemudian menginterface melalui atau berbicara pada BIOS atau driver layer, BIOS terdiri dari semua program driver individual yang beroperasi antara sistem operasi dan hardware aktual. Dengan demikian, sistem operasi tidak pernah berbicara kepada hardware secara khusus, bahkan ia harus selalu mendapatkan driver yang tepat. Hal ini memberikan satu cara yang konsistem untuk berbicara dengan hardware. Biasanya merupakan tanggung jawab manufaktur untuk membeirkan driver bagi hardware mereka, karena driver harus menawarkan driver yang berbeda sehingga hardwarenya bekerja di bawah DOS, windows 95, windows NT, Windows 2000, OS/2, Linux, dan seterusnya, karena banyak sistem operasi menggunakan interface internal yang sama, maka beberapa driver pun dapat bekerja di bawah banyak sistem operasi. Sebagai contoh, sebuah driver yang b ekerja di bawah windows me sering bekerja dibawah windows 98 dan 95, dan driver yang bekerja di bawah windows XP juga sering bekerja di bawah windows 2000 dan NT. Ini karena windows 95, 98 dan ME pada dasaranya berfariasi pada OS yang sama, seperti halnya windows NT, 2000, dan XP.

Karena layer BIOS tampak sama pada sistem operasi, tidak peduli hardware apa yang ada diatasnya ( atau dibawahnya, tergantung sudut pandang anda), contoh, anda dapat menjalankan windows XP pada dua sistem dengan prosesor yang berbeda, harddisk, video adapter dan seterusnya, tetapi windows XP akan tampak sama pada kedua hardware tersebut. Hal ini karena driver memberikan fungsi dasar yang sama tidak peduli hardware khusus apa yang digunakan
Seperti dapat anda lihat pada gambar diatas, aplikasi dan sistem operasi dapat menjadi identik dari sistem ke sistem, tapi hardware dapat sangat berbeda, karena BIOS terdiri dari software driver yang bertindak untuk menginterface hardware ke software, maka layer BIOS menyesuaikan diri dengan hardware unik pada satu sisi, tapi secara konsisten sama pada sistem operasi di sisi lainnya
Layer hardware adalah tempat di mana perbedaan antara berbagai sistem paling banyak ditemukan di sini, terserah BIOS apakah mau menangani perbedaan-perbedaan antara hardware unik sehingga sistem operasi yang di tentukan (dan juga aplikasi) dapat berjalan. Bab ini memfokuskan pada layer BIOS dari PC

Mengenal Spesifikasi Prosesor

Banyaknya spesifikasi yang membingunkan sering menjadi bahan pertanyaan dalam diskusi tentang prosesor. Bagian ini membahas beberapa spesifikasi tersebut, meliputi data bus, address bus, dan kecepatan. Bagian berikutnya menyajikan tabel yang mendaftarkan spesifikasi pada semua prosesor PC, prosesor dapat dikenali melalui dua parameter utama yaitu : 1. Seberapa lebar .2. Seberapa cepat.
Kecepatan prosesor merupakan konsep yang cukup sederhana. Kecepatan prosesor dapat dihitung dalam satuan megahertz (MHz), dan Gigahertz (GHz), yang berarti satu juta dan satu miliar siklus per satu detik- dan lebih cepat lebih baik, lebar prosesor sedikit lebih rumit untuk dibahas karena ada tiga spesifikasi utama pada sebuah prosesor, yang diekspresikan dalam lebar, yakni



- Bus Data I/O
- Register Internal
- Address Bus

Memahami BUS Data I/O

Barangkali fitur paling penting dari sebuah prosesor adalah kecepatan dan lebar data bus eksternalnya. Hal ini menentukan nilai dimana data dapat dibawa ke dalam atau ke luar prosesos Bus prosesor yang paling sering dibahas adalah bus data eksternal- bundel kawat (atau pin) yang digunakan untuk mengirim dan menerima data. Semakin banyak sinyal yang dapat dikirim pada satu waktu,semakin banyak data yang dapat ditransfer dalam satu interval tertentu, dan dengan demikian bus semakin cepat (dan lebar). Data bus yang lebih lebar seperti satu jalan besar dengan lebih banyak jalur, yang membuat troughput-troughput semaki besar,
Data dalam sebuah komputer dikirim sebagai informasi digital yang berisi satu interval waktu dimana satu kawat tunggal membawa 3,3 volt atau 5 v untuk mensinyalkan 1 bit data, atau 0 v untuk mensinyalkan 0bit data, semakin banyak kawat, semakin banyak bit yang dapat dikirim dalam interval waktu yang sama. Semua prosesor modern dari pentium orisinil pentium 4, athlon dan bahkan itanium, memiliki lebar bus data 64-bit (8-byte), dengan demikian, prosesor tersebut dapat mentransfer 64 bit data pada satu waktu ke dan chipset motherboard atau sistem memory

Cara yang baik untuk memahami aliran informasi ini adalah dengan memperhatikan sebuah jalan besar dan lalu lintas yang ditanganinya. Jika sebuah jalan besar hanya memiliki satu jalur untuk setiap arah perjalanan, maka hanya satu mobil pada satu waktu yang dapat melintas pada satu arah tertentu, jika anda ingin meningkatkan aliran lalu lintas, anda dapat menambah jalur lain shingga ada dua mobil yang dapat melintas pada satu waktu. (1 byte sama dengan 8 bit) chip 16 bit dengan 2 byte meintas pada satu waktu, mirip dengan jalan besar dengan 2 jalur, anda dapat memiliki empat jalur pada setiap arah untuk melintaskan sejumah besar kendaraan bermotor, sstruktur ini sama denga nbus data 42 bit, yang memiliki kapabilitas untuk melintaskan 4 byte informasi pada satu waktu. Bus data 64 bit adalah seperti jalan besar dengan 8 jalur untuk melintaskan data masuk dan keluar chip.
diposting oleh :Syaiful Ahdan, By: Scott Mueller

Mengenal Beep Code pada BIOS

Sering kali komputer terjadi permasalahan yang terkadang kita sendiri tidak tahu apa permasalahan tersebut, sebenarnya BIOS telah memeberitahukan tentang permasalahan yang terjadi pada komputer ketika komputer sedang bermasalah, nah untuk mengetahuinya anda dapat mempelajari dengan mengenal bunyi pada saat komputer terjadi permasalahan atau yang dikenal sebagai beep code, untuk mempelajari jenis-jenis beepcode anda tidak dapat mempelajarinya pada satu sumber saja, tetapi anda bisa mencoba mempelajari beepcode dari beberapa sumber Manufaktur BIOS seperti, IBM Bios, AMI Bios, Award & Phonix

IBM BIOS
-  Beep 1x pendek : Normal POST - no error
-  Beep 2x pendek : POST error - see screen for error code-  Tanpa Beep : Power missing, loose card or short circuit-  Beep Berulang-ulang : Power missing, loose card or short circuit-  Beep Pendek Berulang-ulang : Power missing, loose card or short circuit-  Beep 1x panjang & Beep 1x pendek : System board error-  Beep 1x panjang & Beep 2x pendek : Video (mono/CGA display adapter)-  Beep 1x panjang & Beep 3x pendek : Video (EGA display adapter)-  Beep 3x pendek : Keyboard error-  Beep1x,Tampilan Monitor Blank :Video display circuitry

AMI BIOS
- Beep 1x pendek : DRAM refresh failure- Beep 2x pendek : Parity circuit failure- Beep 3x pendek : Base memory (64k) RAM failure- Beep 4x pendek : System timer failure- Beep 5x pendek : CPU failure- Beep 6x pendek : Keyboard controller error- Beep 7x pendek : Virtual mode exception error- Beep 8x pendek : Display memory failure- Beep 9x pendek : ROM BIOS checksum failure- Beep 1x panjang & Beep 3x pendek :Base/extended memory failure- Beep 1x panjang & Beep 8x pendek :Display/retrace test failure

Award BIOS
- Beep 1x pendek :No error during POST- Beep 2x pendek :Any non-fatal error- Beep 1x panjang & Beep 2x pendek : Video error- Beep 1x panjang & Beep 3x pendek :Keyboard controller error

Phoenix BIOS
-One, one and three beeps :CMOS read/write failure-One, one and four beeps :ROM BIOS checksum failure-One, two and one beep :Programmable interval timer failure-One, two and two beeps :DMA initialisation failure-One, two and three beeps :DMA page register read/write failure-One, three and one beep :RAM refresh verification error-One, three and three beeps :First 64k RAM chip/data line failure-One, three and four beeps :First 64k odd/even logic failure-One, four and one beep :Address line failure first 64k RAM-One, four and two beeps :Parity failure first 64k RAM-One, four and three beeps :Fail-safe timer feature (EISA only)-One, four and four beeps :Software NMI port failure (EISA only)-Two, one and up to four beeps :First 64k RAM chip/data line failure (bits
0 to 3 respectively)
-Two, two and up to four beeps :First 64k RAM chip/data line failure (bits
4 to 7 respectively)
-Two, three and up to four beeps :First 64k RAM chip/data line failure (bits
8 to 11 respectively)
-Two, four and up to four beeps :First 64k RAM chip/data line failure (bits
12 to 15 respectively)
-Three, one and one beep :Slave DMA register failure-Three, one and two beeps :Master DMA register failure-Three, one and three beeps :Master interrupt mask register failure-Three, one and four beeps :Slave interrupt register failure-Three, two and four beeps :Keyboard controller test failure-Three, three and four beeps :Screen initialisation failure-Three, four and one beep :Screen retrace test failure-Four, two and one beep :Timer tick failure-Four, two and two beeps :Shutdown test failure-Four, two and three beeps :Gate A20 failure-Four, two and four beeps :Unexpected interrupt in protected mode-Four, three and one beep :RAM text address failure-Four, three and three beeps :Interval timer channel 2 failure-Four, three and four beeps :Time of day clock failure-Four, four and three beeps :Maths coprocessor failure

Persiapan Merakit PC

Merakit komputer sebenarnya bukanlah merupakan pekerjaan yang sangat sulit, meskipun juga tidak biasa dikategorikan sebagai pekerjaan yang sangat mudah untuk dilakukan. Untuk dapat merakit komputer, orang juga tidak harus memiliki latar belakang keahlian khusus seperti sarjana komputer, atau lulusan teknik informatika, dan lain sebagainnya. Tetapi merakit komputer dapat dilakukan oleh semua orang yang mau dan mampu untuk belajar. Seperti pepatah mengatakan “ala bisa karena biasa”. Dengan belajar orang akan terbiasa dalam menghadapi persoalan, memiliki pengalaman dalam menganalisa masalah serta mengubungkan teori–teori yang ada untuk melakukan pemecahan suatu masalah. Oleh : Syaiful Ahdan, S.Kom

I. Pendahuluan

Mengingat akan pentingnya PC (Personal Computer) baik dalam dunia Pendidikan, dunia kerja, dunia Bisnis, Entertainment maupun sekedar untuk hiburan misalnya. Oleh sebab itu tidak dapat di pungkiri bahwa PC (Personal Computer) memang sangat penting dan sangat dibutuhkan untuk menunjang aktifitas kita sehari-hari. Namun kendala yang sering ditemui adalah masalah uang (harga komputer) itu sendiri, tetapi sebenarnya komputer itu tidak terlalu mahal jika Anda sudah tahu jalan keluarnya.

Merakit komputer adalah satu-satunya solusi yang paling tepat untuk mempersempit pengeluaran dan kita tetap mendapatkan apa yang kita inginkan, dengan demikian Anda harus dapat menguasai teknik merakit komputer atau minimal mengerti bagaimana tekniknya.

II. Tahap persiapan awal

Tahap awal yang dilakukan adalah mempersiapkan komponen-komponen yang diperlukan untuk membangun sebuah sistem komputer. Disamping itu kita juga perlu mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk mempermudah pekerjaan perakitan. Komponen-komponen yang diperlukan untuk membangun sebuah system komputer dapat dikelompokan, menjadi beberapa bagian sebagai berikut:

A.Komponen perangkat keras

Komponen perangkat keras (hardware) merupakan komponen-komponen komputer yang secara langsung dapat ditangkap oleh indera kita seperti:


  •  Cassing merupakan tempat meletakan komponen-komponen pemrosesan didalam komputer.
  • Processor atau dikenal sebagai (Central Processing unit) yang merupakan pusat pengolahan data dan perangkat utama dalam menentukan baik buruknya kinerja sebuah komputer.
  •  MotherBoard merupakan papan induk yang berfungsi untuk pusat pengendali lalu lintas data antar komponen yang ada dalam komputer.
  •  Memori, merupakan komponen pengingat internal yang ada pada komputer dan berfungsi membantu kinerja komputer dalam hal kecepatan proses.
  •  Sound dan Graphic Card,untuk keperluan menampilkan gambar dan suara sebagai bagian dari multimedia dalam komputer.
  •  Harddisk, CD Drive dan Floppy Drive, untuk keperluan penyimpanan data.
  •  Monitor, yang berfungsi sebagai layar penampil (display) teks dan grafis dalam komputer
  •  Keyboard dan Mouse, yang merupakan komponen input data pada komputer.

Disamping itu kita juga membutuhkan kabel-kabel penghubung seperti:

  •  Kabel power, untuk menghubungkan komputer dengan listrik.
  •  Kabel IDE, untuk menghubungkan papan induk dengn Harddisk atau CD Drive.
  •  Kabel Floppy, untuk menghubungkan papan induk dengan Floppy disk drive.
  •  Kabel Audio, untuk menghubungkan papan induk dengan komponen-komponen audio dari komputer.

B. Komponen perangkat Lunak
Komponen perangkat lunak ( software) merupakan program-program yang nantinya akan terinstall pada komputer sehingga membuat perangkat komputer bisa hidup dan dipakai bekerja. Komponen perangkat lunak yang dibutuhkan antara lain:

  •  Sistem Operasi, merupakan software yang pertama kali akan dibaca oleh komputer pada saat booting sebagai dasar pengoperasian komputer . jenis-jenis system operasi antara lain Dos, Windows, Linux, Novell Netware dan sebagainya. 
  •  Program Aplikasi, merupakan perangkat lunak yang siap pakai nantinya akan digunakan untuk membantu melaksanakan pekerjaan. Aplikasi ini disiapkan sesuai kebutuhan seperi misalnya jika kita akan menggunakan komputer untuk keperluan perkantoran, maka harus disiapkan aplikasi perkantoran seperti MS.Word, Ms.Excell, Power Point serta Ms Acces. dll

Peralatan yang mempermudah pekerjaan
Untuk mempermudah pekerjaan perakitan, maka membutuhkan peralatan sebagai berikut:

  •  Tang
  •  Obeng, sebaiknya 1 set lengkap atau minimal 1 buah obeng
  •  Pinset, untuk memindah atau mencabut yang diperlukan
  •  Gelang anti statis, berfungsi untuk meredam listrik statis pada tubuh kita
  •  Buku manual, sebagai petunjuk pelangkap pelaksanaan perakitan.

Tips Memilih Komponen Perangkat Keras ( Hardware

Sebelum Anda Membeli Perlatan yang dibutuhkan untuk kebutuhan perakitan, adakalanya kita harus menyesuaikan kebutuhan antara satu komponen dengan komponen yang laiinya, ini sangat diperlukan agar komponen yang satu dengan yang lain saling mendukung (kompatibel), berikut ini saya beberapa tips yang sangat diperlukan dalam memilih komponen perangkat keras (hardware), agar tidak terjadi kesalahan sebelum membeli komponen-komponen yang akan dirakit, sehingga hasil yang diperoleh akan lebih optimal.
1. Memilih  Processor
  •  Pertimbangkan kebutuhan anda akan komputer.
  •  Bentuk Soket / Slot
  •  Clock Speed /kecepatan Clock prosesor (clock speed=FSBx Multiplier)
  •  FSB (Front Side Bus)
  •  Besarnya Cache Memory (L1 & L2)
  •  Pertimbangkan dana anda.
  •  Cari dan bandingkan spesifikasi dari beberapa processor.
  •  Cari processor asili, bukan remark.
  •  Sesuaikan dengan motherboard dan RAM.
  •  Carilah yang kelemahan/kekurangannya minimal. 
  •  Harga yang terjangkau sesuai dengan kebutuhan.


2. Memilih Motherboard 
  •  Sesuaikan merk dan tipe processor yang digunakan.
  •  Pilih Motherboard yang mampu mengantisipasi perkembangan teknologi.
  •  Pilih motherboard dengan chipset yang sesuai (Southbridge & Northbridge)
  •  FSB (front side bus) yang didukung sesuaikan dengan Prosesor
  •  Soket CPU yang tersedia
  •  Jenis Memory Module (SIMM, DIMM, RIMM)
  •  Kelengkapan Port I/O
  •  Pilih motherboard yang memiliki fitur port-port tambahan memadai.
  •  Pilih motherboard yang menawarkan kemampuan overclocking melalui BIOS.
  •  Sesuaikan dengan kondisi keuangan anda.

3. Memilih RAM dengan tepat 
  •  Sesuaikan spesifikasi Chipset pada motherboard 
  •  Teliti slot memori yang terletak pada motherboard
  •  Sesuaikan kapasitas dengan kebutuhan 
  •  Merk menunjukan kualitas fisik
  •  Lihat garansi.
  •  Sesuaikan Frekuensi BUS pada Motherboard & CPU

4. Memilih Harddisk 
  •  Sesuaikan dengan kompatibilitas perangkat computer (IDE, SCSI, SATA,
  •  Sesuaikan dengan kapasitas kebutuhan 
  •  Perhatikan kecepatan putar harddisk (RPM)


5. Memilih kartu Grafis (Graphic Card)
  •  Sesuaikan dengan port yang ada pada motherboard (PCI, AGP, PCI Express)
  •  Sesuaikan dengan processor (Dukungan Chipset)
  •  Perhatikan fitur yang ditawarkan
  •  Besar Memory VGA yang digunakan
  •  Jenis Port Output

6. Memilih Monitor
  •  Perhatikan Resolusi, merupakan jumlah piksel yang dapat digambarkan oleh kartu grafis pada monitor. Semakin besar resolusi monitor maka akan semakin bagus pula kualitas gambarnya.
  •  Tentukan ukuran yang dibutuhkan.
  •  Refresh rate, merupakan kemampuan maksimal yang dilakukan untuk menampilkan frame 
  • dalam 1 detik. Hal ini akan berakibat terganggunya mata kita, Jika perlu pilihlah yang jumlah refresh ratenya minimal 75Mhz. Semakin kecil jumlah refresh ratenya maka akan membuat gambar pada saat bergerak tidak stabil.
  •  Native Resolutin, Ukuran Resolusi terbaik yang dimiliki pada monitor
  •  Aspek Ratio: Perbandingan Lebar & tinggi Monitor (4:3, 16:9)

7. Memilih Cassing
  •  Pilih Cassing dengan power supply yang bagus
  •  Jenis Power Supply yang tersedia (AT, ATX, BTX)
  •  Jumlah Wat Power Supply
  •  Perhatikan posisi bentuk dan tombol on-off cassing
  •  Sistem sirkulasi udara
  •  Ketebalan Cassing
  •  Fitur yang lengkap

Memilih Input Device yang Terbaik

Alat Input adalah salah satu peralatan dalam komputer yang sangat penting, Keyboard & Mouse peralatan yang tidak terlalu mahal tetapi terkadang kita jarang memperhatikan, ada beberapa tips yang dapat membantu anda untuk menentukan alat input yang sesuai bagi kebutuhan komputer anda.

1. Memilih Keyboard
Sesuaikan jenis keyboard dengan jenis port yang ada pada kotak CPU anda. Jangan lupa untuk mencoba tuts atau tombol-tombol pada keyboard.dan pilihlah yang empuk. Sehingga lebih mudah untuk melakukan pengetikan.

2. Memilih Mouse
Perhatikan dan sesuaikan jenis koneksi mouse dengan komputer anda. Ada beberapa koneksi yang ada antara lain serial, (port dengan soket 8 pin) PS/2, USB, Wireless.
Lihat kelebihan dan kekuarangan mouse, biasanya mouse dirancang sedemikian rupa sehingga lebih memudahkan dalam pemakaian. Misalnya mouse yang memiliki roller untuk menggulung layar secara atomatis.Sesuaikan dengan kebutuhan dan dana yang dimiliki.

Tips Memilih Komponen Perangkat Keras ( Hardware)

Sebelum Anda Membeli Perlatan yang dibutuhkan untuk kebutuhan perakitan, adakalanya kita harus menyesuaikan kebutuhan antara satu komponen dengan komponen yang laiinya, ini sangat diperlukan agar komponen yang satu dengan yang lain saling mendukung (kompatibel), berikut ini saya beberapa tips yang sangat diperlukan dalam memilih komponen perangkat keras (hardware), agar tidak terjadi kesalahan sebelum membeli komponen-komponen yang akan dirakit, sehingga hasil yang diperoleh akan lebih optimal.
1. Memilih  Processor
 Pertimbangkan kebutuhan anda akan komputer.
 Bentuk Soket / Slot
 Clock Speed /kecepatan Clock prosesor (clock speed=FSBx Multiplier)
 FSB (Front Side Bus)
 Besarnya Cache Memory (L1 & L2)
 Pertimbangkan dana anda.
 Cari dan bandingkan spesifikasi dari beberapa processor.
 Cari processor asili, bukan remark.
 Sesuaikan dengan motherboard dan RAM.
 Carilah yang kelemahan/kekurangannya minimal.
 Harga yang terjangkau sesuai dengan kebutuhan.


2. Memilih Motherboard 
 Sesuaikan merk dan tipe processor yang digunakan.
 Pilih Motherboard yang mampu mengantisipasi perkembangan teknologi.
 Pilih motherboard dengan chipset yang sesuai (Southbridge & Northbridge)
 FSB (front side bus) yang didukung sesuaikan dengan Prosesor
 Soket CPU yang tersedia
 Jenis Memory Module (SIMM, DIMM, RIMM)
 Kelengkapan Port I/O
 Pilih motherboard yang memiliki fitur port-port tambahan memadai.
 Pilih motherboard yang menawarkan kemampuan overclocking melalui BIOS.
 Sesuaikan dengan kondisi keuangan anda.

3. Memilih RAM dengan tepat 
 Sesuaikan spesifikasi Chipset pada motherboard
 Teliti slot memori yang terletak pada motherboard
 Sesuaikan kapasitas dengan kebutuhan
 Merk menunjukan kualitas fisik
 Lihat garansi.
 Sesuaikan Frekuensi BUS pada Motherboard & CPU

4. Memilih Harddisk 
 Sesuaikan dengan kompatibilitas perangkat computer (IDE, SCSI, SATA, Sesuaikan dengan kapasitas kebutuhan
 Perhatikan kecepatan putar harddisk (RPM)


5. Memilih kartu Grafis (Graphic Card)
 Sesuaikan dengan port yang ada pada motherboard (PCI, AGP, PCI Express)
 Sesuaikan dengan processor (Dukungan Chipset)
 Perhatikan fitur yang ditawarkan
 Besar Memory VGA yang digunakan
 Jenis Port Output

6. Memilih Monitor
 Perhatikan Resolusi, merupakan jumlah piksel yang dapat digambarkan oleh kartu grafis pada monitor. Semakin besar resolusi monitor maka akan semakin bagus pula kualitas gambarnya.
 Tentukan ukuran yang dibutuhkan.
 Refresh rate, merupakan kemampuan maksimal yang dilakukan untuk menampilkan frame dalam 1 detik. Hal ini akan berakibat terganggunya mata kita, Jika perlu pilihlah yang jumlah refresh ratenya minimal 75Mhz. Semakin kecil jumlah refresh ratenya maka akan membuat gambar pada saat bergerak tidak stabil.
 Native Resolutin, Ukuran Resolusi terbaik yang dimiliki pada monitor
 Aspek Ratio: Perbandingan Lebar & tinggi Monitor (4:3, 16:9)

7. Memilih Cassing
 Pilih Cassing dengan power supply yang bagus
 Jenis Power Supply yang tersedia (AT, ATX, BTX)
 Jumlah Wat Power Supply
 Perhatikan posisi bentuk dan tombol on-off cassing
 Sistem sirkulasi udara
 Ketebalan Cassing
 Fitur yang lengkap

Langkah-langkah Merakit PC

Setelah anda memilih komponen dan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam melakukan perakitan PC, Sebagai Petunjuka agar anda tidak melakukan kesalahan Anda Melakukan langkah-langkah sesuai dengan petunjuk dibawah ini, pastikan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan perakita, ikuti petunjuk dengan benar, anda akan terbiasa apabila sudah sering melakukan perakitan.

Langkah 1: Menyiapkan Lokasi
Gunakan meja atau tempat kerja yang memadai. Jangan melakukan perakitan di atas lantai tanpa karpet atau tikar. Jangan sekali-kali menghubungkan perangkat yang ada pada arus listrik, misalnya dengan menancapkan kabel power yang terhubung ke listrik dengan cassing pada saat proses perakitan belum selesai.


Langkah 2: Menyiapkan Motherboard

1.Buka kardus motherboard anda dan keluarkan papan tersebut dari dalamnya

2.Buka buku manual dan baca degan teliti tentang konfigurasi jumper dan konektor motherboard tersebut.

3.Perhatikan socket processor pada motherboard. Buka tuas penguncinya untuk melanjutkan pemasangan processor.

 
Langkah 3: Memasang Processor

1.Ambil dan perhatikan processor anda. Periksa dengan socket processor pada motherboard. Lihat bahwa produsen memberi tanda adanya kaki-kaki yang patah pada processor dan lubang-lubang yang berkurang pada socket agar pemasangan ini tidak terbalik

2.Masukan kaki-kaki processor ke dalam lubang-lubang socket dengan tepat hingga seluruh kaki tersebut masuk ke dalam lubang socket. Jika ada sesuatu yang menghambat jangan dipaksa, lebih baik dilepas kembali dan amati apa yang terjadi.

3.Setelah processor terpasang kancingkan kembali tuas ke posisi semula
 





Langkah 4: Memasang Heatsink Processor
1.Akan lebih baik, jika sebelum Heatsink dipasang, pada chip processor di berikan thermal paste. Thermal paste digunakan untuk membantu kontak antara permukaan chip processor dengan heatsink di bawah kipas. Paste penghantar panas tersebut akan memperbaiki kontak CPU dengan kipas sehingga processor akan lebih terjaga.

2.Sebelum melakukan pemasangan, perhatikan posisi kabel daya untuk kipas dengan lokasi konektor dayanya. Cari jarak terpendek agar konektor daya tidak bersinggung dengan kipas.

3.biasanya pada socket sudah dimiliki pengait untuk bingkai heatsink. Cocokan bingkai atau pengait tersebut dengan heatsink dan pasang heatsink dengan benar.

4.Sambungkan kabel daya kipas processor tersebut ke motherboard. Konektor daya untuk kipas biasanya memiliki tiga pin dan disampingnya tertulis fan.



 Langkah 5: Memasang RAM

1.Agar tidak terbalik dalam pemasangan RAM, biasanya disediakan satu atau lebih cekungan sebagai tanda yang sesuai dengan slot lokasi pemasangan.

2.Masukan RAM pada slotnya dengan pedoman pada tanda cekungan yang diberikan, tekan dengan kuat dan kemudian kunci ujung-ujung RAM dengan pengunci yang disediakan.


Langkah 6: Menyiapkan Cassing dan memasang Motherboard

1.Persiapkan cassing terlebih dahulu. Buka penutupnya dan cocokan motherboard dengan dudukan yang ada pada cassing.

2.Masukan motherboard ke cassing dan atur penempatan pada kaki-kaki yang telah ada.

3.Jika sudah yakin, masukan mur dan gunakan obeng untuk mempermudah pekerjaan anda.

                                  

Langkah 7: Memasang Harddisk
Siapkan harddisk dan kabel IDE yang akan menghubungkan harddisk dengan motherboard. Untuk pemasangannya, lakukan langkah-langkah sebagai berikut.

1.Ambil kabel IDE. Kabel IDE untuk harddisk adalah kabel 80 ware. Perhatikan takik yang ada pada kabel tersebut, dan cocokan dengan tanda yang ada pada motaherboard.

2.Pasang kabel tersebut dengan hati-hati, jika menghambat jangan dipasangkan, bila perlu ulangi kembali

3.Ambil harddisk dan perhatikan jumpernya. Informasi tentang pemasangan jumper, biasanya ditemukan dibagian permukaan harddisk. Terdapat pilihan Master, Slave atau Cable Select. Untuk kasus ini pilih pemasangan jumper dengan pilihan master.

4.Kemudian pasang harddisk ke dalam lokasi yang disediakan pada cassing.

5.Setelah selesai pemasangan harddisk, hubungkan dengan kabel daya dari power supply ke konektor daya yang ada pada harddisk.

6.Selanjutnya pasang kabel IDE yang menghubungkan motherboard dengan harddisk. Perhatikan posisi garis merah pada kabel yang menandakan posisi nomor satu.
   
                                                                   

Langkah 8: Memasang Kartu Grafis

1.Cek slot yang akan digunakan sebagai tempat untuk pemasangan kartu grafis, buka penutup konektor di bagian belakang cassing, tepat pada posisi yang dihadapkan dengan slot yang dipilih.

2.Masukan kartu grafis ke dalam slotnya, tekan kuat-kuat, tetapi jangan dipaksa jika ternyata kartu tersebut sulit masuk pada slotnya.

3.Lakukan penyekrupan terhadap kartu grafis agar menempel kuat pada cassingnya.

 

Langkah 9 Memasang Floppy Drive

1.Perhatikan bagian depan cassing anda. Dibagian tersebut terdapat kolom-kolom panel yang digunakan untuk pemasangan drive seperti CD drive, floppy drive dan sebagainya. Panel yang akan digunakan untuk memasang floppy drive 3 ¼ inchi, berukuran paling kecil jika dibandingkan dengan panel-panel yang lain.

2.Jika penutup kolom sudah terlepas, ambil floppy drive dan masukan dalam kolom tersebut.

3.Kunci floppy drive dengan mur yang telah disediakan.


 Langkah 10 Mengecek dan memasang kabel daya

1.Kabel daya untuk motherboard, berukuran paling besar dibandingkan dengan kabel-kabel daya lainnnya. Cari konektor kabel ini pada motherboard. Biasanya konektor tersebut diletakan disamping processor.

2.Kabel daya untuk Processor, berbentuk segi empat kecil dengan empat lubang konektor di dalamnya. Kabel ini berfungsi untuk memberi daya pada processor dan biasanya di pasang di samping processor. Cari konektor yang sesuai di dekat processor.

3.Kabel daya untuk Floppy Drive, berukuran kecil dan ditancapkan pada konektor di bagin belakang Floppy drive dan disamping kabel data floppy.

4.Kabel daya untuk Harddisk, berbentuk lebih besar dari pada kabel daya floppy dan dipasang disamping kabel data pada harddisk.


Langkah 11 Memasang kabel Cassing
Langkah selanjutnya adalah memasang kabel cassing, yang dimaksud kabel cassing disini adalah kabel yang menghubungkan motherboard dengan cassing . kabel-kabel ini diantaranya adalah

Kabel konektor untuk Power Cassing (“Pw”)
Kabel konektor untuk tombol Reset (“Rst”)
Kabel konektor untuk LED IDE (“HDD”)
Kabel konektor untuk Speaker (“spk”) dll



Langkah 12 Memasang Komponen Lain

Setelah anda yakin bahwa pada bagian dalam cassing yang berisi motherboard dan semua komponen telah tertata dengan baik dan terpasang dengan benar, maka langkah berikutnya kita akan memasang komponen-komponen lain diluar cassing yang berhubungan dengan komputer. Komponen-komponen eksternal tersebut seperti halnya monitor, mouse, keyboard, printer,scanner, modem dan sebagainya.
Setelah itu, barulah Anda dapat menghubungkan catu daya pada cassing dengan jala-jala listrik. Hidupkan komputer Anda, bila semua lancar, seharusnya PC Anda dapat memunculkan penghitungan jumlah RAM pada monitor. Bila PC Anda adalah PC baru, maka secara otomatis BIOS akan meminta untuk diatur, apakah dengan memberikan pesan dan pilihan masuk BIOS atau terus, maupun langsung masuk ke-BIOS.
Bila memang PC baru, sebaiknya Anda atur terlebih dahulu BIOS-nya. Pengaturan BIOS dapat Anda baca pada manual dari motherboard Anda tersebut. Bila Anda menggunakan fasilitas “BIOS Pintar”, Anda harus berhati-hati saat mengatur nilai dari frekuensi maupun multiplier. Bila diberikan fasilitas pengaturan tegangan prosesor ataupun I/O, sangat disarankan Anda harus berhati-hati dalam mengubah nialinya. Sebaiknya Anda biarkan saja tegangan tersebut pada nilai default-nya. Setelah itu Anda dapat melanjutkan dengan menginstal sistem operasi (Operating Sistem, OS) seperti Windows 95, Windows 98/Windows 98 Second Edition (SE), Windows ME, Windows NT, Windows 2000, Windows XP, atau LINUX, dan lain-lain.

Simpulan

Merakit-PC sebenarnya hal yang tidak terlalu sulit, karena hardware komputer semua telah didesain sedemikian rupa hingga memudahkan penggunanya, dan jika Anda menguasainya maka dapat lebih mempersempit pengeluaran Anda.

Menguasai teknik merakit-PC (Personal Computer) Anda dapat membuka lapangan pekerjaan sendiri seperti Service Computer, Service Hardware, dan sebagainya.


Mengenal Power Supply

Power supply adalah peralatan yang berfungsi untuk mengubah tegangan AC menjadi DC dan menyuplainya ke komponen-komponen hardware pada motherboard yang membutuhkan arus dan tegangan. Pastikan input atau arus yang masuk ke power supply memiliki tegangan yang sesuai. Hal ini harus diperhatikan karena beberapa power supply terdapat pilihan pengaturan tegangan input, yaitu 15 Volt dan 230 Volt. Power supply terdiri dari beberapa jenis atau model yaitu power supply dengan jenis AT dan ATX, power supply dengan mode ATX dilengkapi dengan power switch yang bisa disebut dengan auto shutdown, sambungan power supply ke motherboard kedua model ini sangat berbeda.
Pemasangan kabel tegangan pada power supply jenis AT harus lebih hati-hati karena dapat terjadi kesalahan pemasangan sambungan ke motherboard. Kabel yang berwarna hitam dari konektor P8 dan P9 harus bertemu ditengah bila disatukan, sedangkan power supply dengan tipe ATX dirancang agar kesalahan pemasangan tidak terjadi, output power supply jenis ini sudah disatukan dalam satu konektor.

Cara memasangnya sangat mudah dengan memasukan head konektor terlebih dahulu secara vertikal kebawah. Merek power suppli yang ada di pasaran antara lain ATK, simbadaa, enlight dan lain-lain

Berikut ini adalah warna kebel dan nilai tegangan output power supply AT dan ATX



Konsep Dasar Harddisk

Harddisk adalah sebuah subsistem dari komputer yang digunakan untuk menyimpan banyak data. Ada banyak program yang tidak bisa berjalan tanpa menggunakan harddisk karena program tersebut memiliki kapasitas lebih besar dari kapasitas floppy disk. Hard disk sebenarnya terdiri dari atas beberapa platter atau piringan yang mirip dengan piringan hitam yang dilapisi oleh rumah atau casing yang kuat. Banyaknya piringan bergantung pada teknologi yang digunakan oleh disk itu dan jumlah data yang perlu disimpan. Piringan-piringan itu terbuat dari metal, dan mengandung jutaan magnet kecil yang disebut magnetic domain. Domain-domain ini diatur dalam satu dari dua arah untuk
mewakili 0 dan 1.

• Head 
Seperti jarum sebuah fonograf pada piringan hitam, peralatan baca/tulis yang disebut head berada sedikit di atas permukaan piringan disk. Jika head menyentuh permukaan akan timbu crash dan akan merusak disk secara permanen. Banyaknya head biasanya setara dengan banyaknya piringan pada disk. Namun pada beberapa kasus, ada juga apper head dan lower head, atau dua kali lebih banyak dari jumlah piringan.

 Dengan menggunakan analogi perekaman, disk memiliki sejumlah track khayal. Hal ini berarti ia memiliki sejumlah lingkaran konsentris tempat data diorganisasikan secara berurutan pada disk. Jika membayangkan sebuah cylinder melawan tiap-tiap piringan pada track tertentu, di sana dapat terlihat bahwa sejumlah track dan cylinder adalah sama. Sebuah cylinder terdiri atas semua track pada nomor track tertentu track-track ini dinomori dari 0 sampai dengan n-1, n adalah total banyaknya track. Harddisk biasanya memiliki sebuah track atau cylinder khusus yang disebut landing zone dan meletakan head sebelum power dimatikan disebut memarkir disk. Kebanyakan disk drive yang baru dan berkapasitas besar melakukan parkir head ini secara otomatis dan juga di dalam program win98, misalnya pada saat melakukan shut down head akan diparkirkan terlebih dahulu sebelum kita diminta mematikan komputer.

• Sector dan cluster

Setiap track atau cylinder dibagi-bagi seperti layaknya sebuah potongan kue. Menjadi sejumlah sector. Tiap-tiap sector biasanya mengandung 512 byte. Didalam sector ini terdapat bagian yang terkecil yang disebut sebagai cluster. DOS menciptakan file-file dalam unit-unit sector yang dinamakan cluster. Sekali lagi banyaknya sector per. Cluster bervariasi bergantung pada versi BIOS, versi DOS, dan jenis media disk yang digunakan

• Cara Merekam

Ketika piringan dibaca, pergantian tersebut menginduksi pulsa listrik ke head baca. Drive logic board memperkuat pulsa kemudian mengirimkannya ke pengontrol untuk diproses. Metode merekam sesunggunya adalah memakai pulsa untuk 1 Bit, dan tidak memakai pulsa untuk nol. Bagaimanapun, jika data berisi banayk nol, tidak satu pun pulsa diterima, dan akan sulit mengetahui. Jumlah nol yang dibaca sebenarnya. Disket memakai suatu cara yang disebut frequency modulation (FM). Angka 1 direkam sebagai dua pulsa, dan 0 sebagai satu pulsa yang diikuti oleh pause (jeda). Dalam teknik ini tidak ada yang lebih dari 1 pause diantara 2 pause. Harddisk dapat mengenal perbedaan antara 2 pulsa yang berurutan, dan 2 pulsa yang diikuti pause . pemberian kode data ini dinamakan 0,1 RLL(Run Lenght Linited), 0,1 berarti bahwa panjang operasi suatu pause selalu 0 dan 1.
Dengan standar harddisk, controller mengkonversi serangkain pulsa dan pause ke Bit dan Byte, semua yang dilakukan drive logic board adalah memindahkan head, memilih head untuk membaca atau menulis mengubah pola pulsa yang dibaca ke dalam sinyal listrik untuk diproses controller. Ketika menulis, controller meminta drive untuk merekam pola perubahan flux ke piringan.

• Boot Area

Sebuah daerah khusus pada harddisk yang disebut sebagai boot area menempati sektor kedua dari track pertama pada disk pertama (head 0). Boot area mengandung kode khusus yang mengizinkan komputer untuk memulai dirinya sendiri. Kode ini biasa disebut sebagai bootstrap code. Boot area juga mengandung data karakteristik dari disk itu sendiri, seperti banyaknya sector, total sector pada disk sector, per track, banyaknya cylinder dan banyaknya head. Daerah ini diciptakan pada setiap disk (harddisk atau floppy) oleh karena perintah format DOS. Author : syaiful ahdan, nazarudin ramdani.2003 "Merawat Harddisk Bagi Semua Orang"

Mengenal File Sistem Pada Harddisk

Saat ini ada beberapa sistem file yang digunakan , diantaranya FAT (File Allocation Table), HPFS (high Performance File System), dan NTFS (new technology file system). File sistem yang paling banyak digunakan adalah FAT karena strukuturnya sangat sederhana dan paling cocok untuk harddisk berkapasitas kecil, HPFS mulai digunakan pada OS/2 versi 1,1 struktur HPFS lebih kompleks dibandingkan dengan FAT, tetapi fasilitasnya juga lebih lengkap, NTFS lebih mengembangkan fasilitas yang tersedia di HPFS, terutama dalam bidang skalabilitas (kemungkinan berkembang) dan kemanan file sistem

jenis-jenis file sistem

FAT (File Allocation Table)

FAT 32 (File Allocation Table 32)

HPFS (High performance File System)

NTFS (New Technology File Sistem)

Netware File System

Linux Ext2 dan Linux Swap

Mengenal File System FAT (File Allocation Table)

File allocation atable atau FAT adalah list atau daftar dari cluster yang dialokasikan pada sebuah fisk volume dan disimpan pada suatu tempat yant tetap , dengan demikian m ketika booting semua file yang terhubungkan dapatditemukan dengan mudah, setiap entri pada daftar FAT dapat berukuran 12 bit atau 16 bit bergantung pada besarnya disk dan versi DOS atau OS/2 yang dipakai untuk memformat disk tersebut. Sebuah harddisk yang diformat dengan FAT dibagi atas dua unit disebut cluster.

Ukuran cluster bergantung pada besarnya kapasitas yang diformat, pada saat penyimpanan file, teredapat dua buah salinan yang serupa dari FAT ini pada setiap drive untuk menyediakan redudancy check dan untuk melindungi isi FAT tersebutm oleh karena salah satu berfungsi sebagai cadangan , FAT ini disimpan dalam cache memory danmemory itu sendiri sehingga head harddisk tidak perlu dipindahkan ke lokasi FAT apabila suatu file akan dibaca, tabel dibawah ini menyatakan ukuran cluster dan ruang kosong yang terbuan dan yang diperlukan berdasarkan ukuran partisi






Nama file dan direktori di file sistem FAT berbentuk 8 titik 3 (maksimal delapan kareakter sebuah titik dan minimal tiga karakter), semua karakter seallu disimpan dalam huruf besar. Struktur direktori sangat sederana yaitu file diberikan slot pertama yang dapat dipakai, ada delapan atribut dasar pada suatu file yang dapat dipakai untuk menandakanapakan suatau file hanya dapat dibaca (read only), tersembunyi (hidden), sistem atau telah diubah sejak backup yang terakhir (archive).
File sistem FAT digunakan oleh DOS, Windows 3.x dan windows 95 (dalam sebagai besar instalasi). File sistem FAT bisa juga dipakai oleh Windows NT dan OS/2. File sistem FAT digolongak berdsarakan penggunaan dari sebuah allocation table (FAT) dan cluster. File sistem FAT merupakan ini dari file sistem, untuk keamanan, FAT adalah salinan untuk melindungi data dari penghapusan yang tidak sengaja atau perubahan.

Cluster adalah satuan sistem FAT yang terkecil dari penyimpanan data. Satu cluster terdiri atas satu nomor tertentu dari disk sector , catatan-catatan FAT berisi cluster yang dipakai dan tidak terpakai dan file-file diletakan di dalam cluster
File sistem FAT mendukung ukuran partisi sampai dengan 2 GB, tetapi hanya menyediakan maksimal 65.525 cluster. Oleh karena itu, apapun ukuran harddisk atau partisi nomor sector dalam satu cluster haruslah cukup besar. Sehingga semua ruang yang ada dapat dimasuki sampai 65.525 cluster. Pada umumnya, cluster yang besar cenderung lebih banyak membuang tempat dai pada cluster yang kecil. File sistem FAT digunakan juga pada sumber direktori, direktori ini maksimal membolehkan nomor yang masuk dan mungkin terletak pada tempat tertentu pada disk atau partisi. Sistem operasi yang digunakan file sistem FAT menunjukan sumber direktori dengan karakter slash terbalik (\). Bagian awal direktori ini menunjukan boot-up.

Sumber direktori menyimpan informasi tentang subdirektori lain dan file dalam bentu pemasukan direktori tersendiri. Sebagai contoh, sebuah entri direktori file menyimpan informasi, seperti nama file, ukuran file, tanggal, dan tanda waktu yang menunjukan file telah diubah pada waktu sebelumnya, nomor awal cluster (tempat cluster menyimpan bagian utama file), dan perlengkapan file (misalnya tersembunyi, sistem, dan sebagainya)

Mengenal File System FAT 32 (File Allocation Table 32)

FAT 32 adalah sistem yang digunakan oleh windows 95 OEM service Release 2 (versi 4.00.95b), windows 98, dan Windows NT 5.0 , bagaimanapun DOS, Windows 3.x, windows NT 3.51/4.0 dan versi pertama windows 95 tidak bisa mengenali FAT 32, dengan demikian, tidak dapat memulai Boot atau menggunakan file pada disk FAT 32 atau partisi, FAT 32 adalah perbaikan dari file sistem FAT dan memiliki dasar 32 BIT, sedangkan penggunaan FAT hanya 16 BIT, sebagai hasilnya, FAT 32 mendukung hard disk yang berukuran besar atau ukuran partisi besari (hingga mencapai ukuran 2 terabytes).

System file FAT 32 menggunakan cluster yang tekecil dari file sitem FAT, mempunyai duplicate Boot records dan mempunyai ciri-ciri root directory yang dapat dijadikan beberapa ukuran serta dapat ditempatkan dimana saja dalam disk dari partisi.

sms gratis

Cara Buat Widget Ini

google search

Cari Blog Ini